Tampilkan postingan dengan label budi pekeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budi pekeri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2012

Indonesia Mencari Pemimpin

Kriteria pemimpin yang baik sangatlah rumit dan luas cakupannya. Yang pertama kali tebersit di pikiran kita pada saat kita berbicara mengenai kriteria seorang  pemimpin yang baik, adalah sifat-sifat dasar yang baik dari manusia itu sendiri.

Untuk menjadi seorang pemimpin memang tidak mudah.Diperlukan kesadaran yang muncul dari dalam sanubari serta merupakan keputusan yang mantap dari seseorang untuk menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi bangsa dan negaranya.

Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita mengamati fenomena yang berkembang akhir-akhir ini di tengah masyarakat, khususnya di tanah air kita Indonesia, yang belakangan ini tidak pernah sepi dari berbagai persoalan dan konflik. Faktor-faktor ini dapat memicu ketegangan dan keretakan hubungan masyarakat bahkan sampai pada sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika persoalan dan konflik ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada upaya penyelesaian dari pihak-pihak yang berwajib dan berwenang, hal ini akan berdamapak besar bagi kehidupan bangsa dan negara tercinta ini. Oleh karena itu, saatnya sekarang kita membutuhkan sesosok pemimpin yang mampu mengatur strategi dan memberikan arahan kepada bawahan-bawahannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan konflik tersebut.

Lalu pemimpin yang bagaimanakah yang mampu menjadi pemandu dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan konflik yang kini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia? Iniliah 12 kriteria calon pemimpin yang kita butuhkan untuk menjadi presiden Republik Indonesia di masa yang akan datang.

Senin, 22 Agustus 2011

Tatakrama dan Tata Susila

    Tatakrama dan Tata Susila merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budi pekerti. Berlaku sopan, bertatakrama yang meliputi sikap badan, cara duduk, berbicara dll. Misalnya dengan orang tua berbahasa halus/kromo, dengan teman berbahasa ngoko. Bahasa Jawa memang unik, dengan mudah bisa menunjukkan sifat dan tingkatan tatasusila dan tatakrama seseorang.

    Menghormati orang tua, guru, pinisepuh adalah wajib, tetapi bukan berarti bahwa yang muda tidak dihormati. Hormat kepada orang lain adalah suatu keharusan. Semuanya itu termasuk dalam Tata Susila- etika moral, yang juga meliputi :

    Jujur, tidak menipu, welas  asih kepada sesama. Berkelakuan baik tidak melakukan Mo Limo, yaitu : Main/berjudi; madon/ main perempuan atau selingkuh; mabuk karena minuman keras; madat menggunakan narkoba dan maling .Tentu saja tindakan jahat yang lain seperti membunuh, menista, mengakali, memeras, menyuap, melanggar hukum dan berbuat kejam ,harus tidak dilakukan.

    Berperilaku baik dengan menghindari perbuatan salah, supaya nama baik tetap terjaga dan supaya tidak kena malu. Terkena malu bagi orang Jawa tradisional adalah kehilangan kehormatan. Ada pepatah Jawa menyatakan : Kehilangan  semua harta milik itu tidak kehilangan apapun; kehilangan nyawa artinya kehilangan separoh hidup kita; tetapi kalau kehilangan kehormatan artinya kehilangan semuanya.